April 15, 2024
Home » Debat Capres Kedua, TKD Sumsel Optimis Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Meningkat

Palembang, kabarkata.com – Tim Kampanye Daerah Kota Palembang menggelar nonton bareng debat kedua Calon Presiden (Capres) 2019 di posko TKD Kota Palembang Jalan R Sukamto, Minggu (17/2/2019). Hadir dalam nobar debat kedua Capres ini dihadiri Ketua DPD PDIP Giri Ramanda, Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman dan para simpatisan. Tema dalam debat Capres mengambil tema infrastruktur, energi dan pangan, SDM dan lingkungan hidup.

Dalam tahap pertama debat, Capres menyampaikan visi dan misinya.

Visi dan misi Prabowo Subianto mengatakan, malam ini membahas masalah penting yakni, infrastruktur, energi dan pangan, SDM dan lingkungan hidup. Ini inti masalah berbangsa dan negara. “Kami punya misi dibidang ini, untuk menjadi negara berhasil sungguh sungguh membangun kemandirian, berdiri di kaki sendiri, swasembada pangan, energi dan air agar kita bisa survive,” ujarnya.

Prabowo menuturkan, PBB menyatakan tolak ukur keberhasiln negara kalau bisa memenuhi pangan, energi, air bagi rakyat. ” Kami kalau dapat mandat rakyat kami menjamin harga pangan terus jangkau untuk rakyat. Kalau produsen harus dapat pengahasiln, dan imbalan yang memadai. Kami akan turunkan listrik, kami siapkan pupuk yang murah untuk petani. Kami akan amankan sumber kekyaan Indonesia,” bebernya.

Menurutnya, masalah pokok saat ini adalah kekayaan ini tidak tinggal disini. ” Ini kesalahan kita semua. Mari kita lakukan bersama sama mengamankan kekayaan alam Indonesia. Saya apresiasi pak Jokowi membangun infrastrktur. Tapi saya akan berikan pilihan terbaik untuk rakyat, ” bebernya.

Sementara itu, dalam paparan visi dan misinya Jokowi mengatakan,
Visinya adalah Indonesia maju di bidang energi dengan mengurangi energi fosil dengan menggunakan energi terbarukan energi bio diesel dan pemakaian energi bio fieul.

“Berkaitan dengan infrastrktur, pihaknya sudah membangun 191 ribu km jalan desa, 58 ribu unit irigasi dari dana desa. Di bidang pangan, kita ingin stok pangan dan stabilitas terjaga. Sedangkan di bidang lingkungan hidup, kita ingin kebakaran lahan dan hutan tidak terjadi lagi. Dalam 3 tahun ini tidak terjadi lagi kebajaran hutan,” katanya.

Ketua TKD Jokowi dan Ma’ruf Amin Provinsi Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, pihaknya menyelenggarakan nobar debat Capres agar masyarakat dan relawan bisa melihat kedua calon memaparkan visi misi, serta Capres dalam menanggapi pertanyaan, membuat pertanyaan.

“Kita lihat berapa kali Capres nomor 02 menjawab tidak sesuai pertanyaan. Sedangkan Capred 01 bicara data. Kami melihat Capres 02 akan melakakukan program masih meraba, jawabannya 02 ngawur lihat karena jawabannya diluar persoalan. 01 jawabannya berdasarkan data. Ini keliatan pak rabowo tidak menguasai,” bebernya.

Menurut Syahrial, debat ini berpengaruh terhadap elektabilitas Paslon. “Kami melihat ini presiden Jokowi ini mengetahui perkembangan IT, politik dan bidang lainnya.
Saya liat prabowo keteteran benar menjawab pertanyaan. Beliau mempunyai pengalaman militer jadi menjawab pertanyaan seperti perang. Tapi kalau Jokowi pakai data,” ucapnya.

Ketika disinggung soal LRT yang dinilai Prabowo tidak efisein, Syahrial mengungkapkan, LRT Palembang ini baru, jadi tidak mungkin langsung rame.
“Harus anda liat, 20 tahun nanti Palembang hebat. Kalau bicara sekarang LRT di Singapura juga masih subsidibi. Ini mengenai perubahan gaya hidup masyarakat pakai moda umum. LRT ini usaha menyadarkan masyarakat untuk memenfaatkan moda transportasi umum, ” bebernya.

“Kami yakin elektabilitas Jokowi-Ma’ruf akan terus naik. Wajar beliau busines, sudah terbukti melakukan program nyata untuk rakyat. Mudah mudahan Jokowi menang. Karena lebih baik dan menguasai semua bidang,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TKD Kota Palembang Darmawan mengatakan, pihaknya mamfasilitasi keinginan TKD Provinsi mengadakan nobar. “Disini hadir Ketua TKD Provinsu, TKD Kota Palembang dan relawan pro Jokowi. Kalau nonton dirumah ngantuk. Kalau disini rame,” katanya.

Ketika disinggung soal debat, Darmawan menututkan, Jokowi menguasai materi. Sedangkan Prabowo tidak menguasai materi debat.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan program ketok ke rumah masyarakat.

“Kita akan mengcaunter bahwa berita negatif yang menyudutkan Jokowi itu tidak benar, jadi Pak Jokowi itu dizolimi,” ucapnya.

“Kita optimis bisa meraih 60 persen suara untuk Pak Jokowi, relawan akan terus bergerak. Bersinergi in sha allah nebambah elektabilitas,” katanya.

Sementara itu, Pengamat Politik Joko Sidwanto mengatakan, dari debat ini terlihat kalau Prabowo secara kualitatif, tidak menyebutkan perbidang, infrastruktur, energi, pangan. Beliau tidak terstruktur programnya. “Kalau saya dipercaya masyarakat memimpin, saya mau menurunkan listrik dan pangan. Paling tidak ada angka. Jadi jelas, hanya akan melakukan, hanya janji. Mestinya ada contoh harga beras sekian, kalau jadi presiden turun,” ucapnya.

Sedangkan Jokowi, lanjut Joko, menggambarkan data infastrktur, pangan, energi. Data yang didukung sehingga lebih bisa diterima penonton.

Hal senada diungkapkan Bagindo Togar, dia menuturkan, Pak Jokowi memiliki data faktual, ada standarnya. ” Kalau melihat figur cerdas pilih Jokowi. Tapi kalau retrorika, silahkan pilih Pak Prabowo,” tandasnya.

Ketua DPD PDIP Provinsi Sumsel Giri Ramanda mengatakan, Pak Jokowi terlihat lebih jelas programnya. ” Target capaian 5 tahun kedepan sangat jelas mulai dari bidang infrastruktur, enegi dan lingkungan. Sedangkan Pak Prabowo memaparkan tidak pakai data, bahkan takut mengangkat masalah lingkungan,” pungkasnya. (yn)